Sabtu, 27 Mei 2017

Barisan Cahaya

Ku lihat, kau lihat, kita melihat
Ku rasa, kau rasa, kita rasa
Ini rumit, ini susah

Gandeng aku, untuk sejenak
Atau selamanya
Temani aku, untuk sejenak
Atau selamanya

Aku, kamu, kita
Kalimat itu,
Isyaratkan hati tuk tenang
Isyaratkan ku tuk bersama
Kuatkanlah

Barisan cahaya
Itu kita yang bersama
Bersinar untuk satu
Dalam beda namun sama
Dalam tawa, dalam duka
Kita sama

Aku, kamu, kita
Satu
Kata ini, ingatkanku
Gandengan kebersamaan
Hangatnya kebersamaan, itu kita

Semoga kita,

Barisan cahaya dalam surga-Nya


Senin, 15 Mei 2017

Untuk Takdirmu dan Takdirnya

Dalam sejuknya kemuliaan....
Segala warna dan rasa indah, tertata rapi dalam tempat yang tertakdir untuk mereka.
Sedang, keburukan kan selalu menengok, aku yakin keburukan tak akan kuasa berniat walau hanya sekelebat cahaya.
Sesuatu yang tidur pun kan terbangun karena kemuliaan tempat itu.
Sesuatu yang bernama waktu, nikmat Allah yang selalu di sia-siakan.
Kecuali....dengan diri yang memiliki tempat itu. Tempat yang mulia.
Hatimu...
Kau tahu?
Do`a manis tak beralamat selalu menemani detikmu. Kau tahu, dua tempat tersuratkan dalam dua tempat pula.
Hatimu dan hatinya, tersurat dalam takdirmu dan takdirnya.
Kau tahu, dan kau pasti tahu , Allah berjanji, wanita yang baik akan mendapat lelaki yang baik pula.
Dan yang terakhir, sebuah mahkota dari do`a yang tulus ....

Jadilah wanita shalihah pemilik hati mulia peneduh hati yang tertakdir untukmu...


Selasa, 18 April 2017

Ku Tahu, Kau Paham.

Kau tahu?
Kau harus tahu...

Apakah kau tak bertanya?
Ingin tahu kah?
Seikat rasa kuselipkan, atau mungkin kau?
Tak tahu
Hiraukah?
Ini...

Tapi karena itu aku tahu, kau paham
Semua yang baik sering kali tersimpan
Entahlah, tersembunyi, terselip, tertutup
Ku kira semua.
Untukmu.

Benar inilah...
Aku senyap
Memang ini yang aku bisa.
Dan ini yang harus
Harus.

Sebuah anyaman terpejam
Nyaman...karena berbenih ridha-Nya
Berbatang dan berdaun rahmad-Nya
Berbunga dan berbuah surga-Nya


Ku tahu, kau paham...

Selasa, 17 Januari 2017

Surat Cintaku yang Pertama dan Terakhir

Rasa senang nan amat yang dirasa
Saat mendapat sebuah surat cinta darinya
Hati ini girang, bibir ini tak dapat berhenti  tuk  tersenyum
Mata ini tak mau tertinggal tuk membaca setiap huruf didalamnya
Hingga kata terakhir yang dibaca
Hingga titik pun tak tertinggalkan
Hati yang tak mau kalah untuk menghayati setiap makna kata di dalamnya
Tangan yang tak sanggup tuk membuangnya
Sungguh sangat senang hati ini

Yup sebuah ungkapan kata yang mungkin saja keluar saat seseorang mendapatkaan surat cinta dari orang yang dicintainya.Dalam kehidupan sehari-hari banyak kejadian yang memungkinkan kita untuk mendapat surat cinta, bahkan dari orang yang istimewa.Wah pasti girang hatinya, karena memiliki rasa sayang ini adalah fitrah manusia.

Tapi ukhti, mendapatkan surat cinta dari lawan jenis itu tidak baik, baik lewat surat jadul atau pesan modern,  perbuatan ini tidak disenangi oleh Allah swt.Kita sebagai generasi muda penerus islam haruslah menjaga nama baik kita sebagai muslimah.Dengan selalu menjaga diri dan hati dari perbuatan yang mengantarkan kita menuju kemaksiatan.

Dan tentu jadilah perhiasan yang paling berharga di dunia, wanita shalihah.Tentu dengan ini kedua oang tuamu akan bahagia karena  mereka memiliki perhiasan terindah didunia.Amin.

Eh, kembali ke topik pembicaraan.Tentang surat cinta.Wahai ukhti, perlakuan yang digambarkan dalam sepenggal ungkapan hati di atas, adalah salah jika diberlakukan terhadap surat cinta dari lawan jenis, tapi jika perlakuan ini diberlakukan terhadap Al quran maka akan berkahlah hidup ini.

Ya ukhti, dahulu kala pada masa disaat Rasulullah SAW masih hidup.Rasulullah pernah curhat kepada Allah, yang diabadikan dalam Al quran surat Al Furqan ayat 30

مَهْجُورًا الْقُرْآنَ هَٰذَا اتَّخَذُوا قَوْمِي إِنَّ رَبِّ يَا الرَّسُولُ وَقَالَ
Yang artinya
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Quran ini diabaikan".

Ya Allah sungguh sedihnya hati ini saat mendengar ayat ini dibacakan, karena hati, otak, dan tubuh ini belum bisa mengamalkan Al quran dengan baik.Maafkan kami ya Allah.Maka dari itu ukhti, kita harus senantiasa mendengarkan, membaca, menghafal, memahami makna, dan tentu saja mengamalkan dan tak lupa mengajarkan Al quran.Insyaa Allah akhlaq kita semakin baik dan ilmu kita berkah dunia akhirat.Bukan berarti aku adalah seorang yang baik tapi kita saling mengingatkan ya ukhti.Jadi ingat salah satu nasihat dari salah satu ustadz ku,

“Keshalihan itu di atas angka-angka”

Yang bermaksud, keshalihan atau akhlaq yang baik itu lebih baik dan penting dari pada nilai-nilai yang didapat di dunia.
Sekian untuk tulisan sederhanaku kali ini, semoga bermanfaat bagi semua.Maafkan  kesalahanku ya ukhti,
Semoga kita semua bisa menjadi perhiasan yang paling berharga di dunia, amin.